Website Resmi SMK Negeri 1 Mempawah Timur

Ruang Seni

PERGI ?

By. LUSI

Menghitung detik, menit, jam dan hari yang akan berlalu

Akankah meninggalkan rindu atau pilu?

Disini bertabur senyum dalam kalbu

Tersimpan rapi dihati yang tersipu malu

Seragam hijau yang mewarnai lahan

Menumbuhkan satu lagi kehidupan

Bagaimana mungkin akan terlupakan

Sedangkan dihati telah tersimpan

Bila tiba masanya untuk pergi

Meninggalkan sekolah ini

Semoga hanya kebaikan yang terpatri

Tanpa adukan benci atau sakit hati

 

Mempawah, November 2021

——————————————————————————————————————————–

Kompilasi Puisi “Singgahlah Di Berandaku”

by.ridwan

WAKTU
Ketika tanya tak terjawab
Telusur jejak diujung telunjuk
Menggeser eja ke lafal, bertemu dideretan kalimat
Mesra merayu tiada terkira pada sekuntum bunga layu pada tangkainya…
Indah diluar… rusak busuk di dalam
Nun …
dari jarak terdekat
semarak warna pelangi
indah menenun senja
namun cuma sekejap
Selepas itu tiada apa-apa
seperti dibuang ketika ketiadaan
dalam menjejaki senja…
muncul pesan tersirat dariNya
LASNA dalam Alfa Omega
Dan itu sudah pasti…!!!
16 April 2017

MIMPI SENJA

Ah!
wangimu sudah tercium basah dari sini …
sejauh pulau sebrang di kau di nanti
bergejolak gelisah resah geli
bermiang di ujung senja tiada tepi
lagak lagu seperti milyuner berdasi
Bersopan nasihat bagai priyayi
bertutur seumpama pramugari
ungkap panutan keji

Sejak bintang kemukus meninggi
Peri-peri lapar mengelilingi
terdampar dilautan mimpi
diantara terserak dan terserai
Berjejak penuh misteri
Di ruang sensasi
Semkin jadi tak tahu diri
Lapar menyergap pada kupu kupu setengah jadi
Dan kaupun terkapar meriang setengah mati
7 Maret 2017

PETISI
Inilah petisiku
Dalam buaimu
Kurengkuh dengan auramu yg sejuk
Mulia dan menyejukkan
Petisiku
Kuikrarkan penuh
dengan nafasku
Tanpa jeda tanpa koma dan tanpa titik
Kaulah insani yang kukasihi,
mencintai dan kucintai
Dalam pesonamu
15 November 2014

Tak Mengapa …


Tak mengapa senja berganti malam
Karna memang seharusnya
Dan …
Aku baik-baik saja
Aku tak apa-apa
Walau ada apa-apa
Tuk lukiskan senyum dalam lingkaran sepi
Tak mengapa disini,
tanpa apa-apa
walau ada apa-apa
tepiskan rasa yang terasa
Tuk mengerti, sulitnya tuk dimengerti
Tuk memahami, sukarnya tuk dipahami
Hanya diam dalam tanya
sebab tanya yang tak terjawab
dari rasa yang takkan diingkari
Tak mengapa begini
dan terus menerus begini
dari yang tiada merasa semua ini
yang tiada peduli ada rasa yang mengejang
entahlah…
kini …
sapa tuk sapa lagi …?
dari yang tak mengerti arti sebuah rasa

24 April 2015 · intermezo <*_*> 0173’$ <*_*>

 

Tertinggal …

Luruskan…!!!
mereka sudah kemana-mana dan
kemana mana …!
tapi
tetapi…
ada yang tertinggal …
takut dan merinding disini … !
Lalu …
tembok itu pun patah-patah dalam sentakan nafas
tak kuasa
dan
tak berdaya
oh…!
dan urutannya pun selalu begitu
seolah tak mengenal dan tak dikenal
dan tidak lagi …
aturlah susunan syaraf-syaraf
agar lurus tiada berkelok …
sampaikanlah pesan itu …
walau melalui angin …
karena dia mampu untuk membacanya

2 November 2014

Kisah Usang
Mata lembing itu pas tertancap di dada…
tiada bergerak, diam kaku dan terkapar, namun tiada berwarna merah…
entah ilham dari mana melesatnya mata lembing itu…
Entahlah…entahlah…!!!
begitu dahsyat … begitu bertubi-tubi
amukkah …?
aku tiada apa-apa…!!!
hanya sekeping kisah usang yang meretak sepanjang alur nadi-nadi…
dan tetap merunduk walau tiada berpadi
janganlah menjadi bijak ber-peri,
namun tiada bijak dalam ayunan alam…
kisah usang hanya sebagai pembungkus semata …
5 Oktober 2014

*Meta dan Fosa*

Ada ketidaktahuan dan ketidakmengertian …
di jalan itu samar berduri …
dan disananya lagi smakin membingungkan
sebentar terang sebentar gelap …!
o…o…o…!!!
kiranya ada yang masih belum dituntaskannya …
yang sedang bermain-main di logika antara hati dan pikirannya…
ada lagi yg masih blm diselesaikannya
dalam nada yg fals dan sumir;
selalu berulang2 dan padu…
sebabnya, janganlah pula membakari mulut itu dengan aneka dusta
dan tipu daya yg indah-indah itu…!

Jangan…Jangan…Jangan…!
Karena segala-segalanya merupakan kaidah2 kebiadaban yang coba dibangun dan
dirayapinya, dengan akar darah di aliran nadi dan jiwanya!
ah…entahlah…!
dibentaknya ketidaktahuan itu!
dirajutnya dalam kenestapaan pikiran…
dan ketika risalah-risalah itu
sudah raib dalam selokan2 waktu
maka cukupkanlah dengan tanda titik itu saja.
satu bait syair dibuat,
sebagai penanda bahwa nada dan lagunya merdu seirama…!
23 September 2014 

*INSPIRING KUPUKUPU*
DIANTARA KITA

Awan manja bergelayut pada belaian angin,
tiada berontak tiada pula melawan…
tetap setia mengikuti arah dan tujuan angin…
tak pula angin membinasakannya,
dan tak pula membiarkannya…
walau begitu, tak ada yang berubah…
tetap selalu seiring sejalan tanpa peduli waktu;
Siang maupun malam
Tiada lelah dan hilang semangat…
Tiada arah yang berputar tanpa sepengetahuan angin,,,
itulah adigium-nya
Pontianak, 21 September 2014 ·

 

SEMUA

Karang…
tegar dihantam segala ombak
tak peduli siang maupun malam
kokoh tegap dalam senyap

semua yang ada
memberi warna
karena kucinta
telah memberi rasa
31 Agustus 2014

RASA

Semakin jauh …
Mutiara itu nun disana
ketika mentari senja merona diperaduan
Kilaunya makin cerah berpendar
Dan aku hanya bisa melihat
dengan senyum yang tertawan
Dikesunyian waktu
Dan mungkin akan ditinggal perlahan-lahan
Dan atau bahkan tertinggal sama sekali
Berbahagialah mereka yang disinari oleh secercah mutiara berjiwa suci
dalam irama lagu yang penuh gita
ah…
Aku hanyalah cermin retak…
retak oleh periode nafsu
yang membuncah, yang mengganas,
yang terkungkung dalam kekakuan dan kebodohan…
Oh…!
31 Agustus 2014 


Kompilasi Puisi by ridwanzr

Sebagian sudah diupload di FB

Share this 

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on google
Google+
Share on email
Email